jump to navigation

Tips Mengendarai Sepeda Motor yang Menggunakan Box Juni 25, 2012

Posted by Menyusuri Jalan in Bikers, Modifikasi, Perjalanan, Tips.
Tags: , , ,
trackback

Bandung. Setelah beberapa tahun menggunakan sepeda motor yang memakai box ketika box dilepas tentu ada perubahan yang dirasakan, sepeda motor terasa lebih ringan, tetapi akhir-akhir ini MJ kembali menggunakan box sehingga perlu penyesuaian lagi dalam mengendarai si kuda besi dalam menyusuri jalan.

Box merupakan aksesoris tambahan yang banyak dipasang agar mempermudah kita ketika membawa akomodasi, kini tak hanya anak klub saja yang menggunakan box, hampir semua lapisan masyarakat juga menggunakan box sebagai aksesoris tambahan motornya. Dengan makin menjamurnya para pengguna box sedikit sekali yang menyadari atau mengetahui tentang bagaimana menggunakan sepeda motor yang menambahkan bos sebagai aksesorisnya. Berikut ini MJ akan seguhkan beberapa tips ketika kita mengendarai sepeda motor yang menggunakan box.

  1. Cek handling (Pengendalian) ketika membawa barang bawaan dalam box, caranya kendarai sepeda motor dalam jarak dekat untuk mengetahui cara mengendalikan sepeda motor cek kesetabilannya sebelum memulai perjalanan.
  2. Lebih eksta hati-hati ketika melaju di daerah yang basah/hujan serta berangin karena aksesoris box yang kita pasang sangat rentan/sensitif terhadap terpaan angin dari samping.
  3. Top Box dan box samping akan menambah lebar dari sepeda motor kita, lebih berhati-hati ketika kita berada di jalan yang lalu lintasnya padat jangan sampai kita menyenggol atau bahkan menyangkut pada kendaraan lain yang malah bisa menyebabkan kecelakaan.
  4. Kontrol Kecepatan Sepeda motor kita, terlebih ketika membawa barang yang banyak (full load) dalam box kecepatan max 100 km/jam atau jika ingin aman kecepatan berkisar di 80 km/jam.
  5. Jika perjalanan kita jauh (touring luar kota) sempatkan waktu untuk berhenti dan mengecek box serta bracket (dudukan box) dari kemungkinan kunci terbuka atau baut yang menjadi longgar, jangan lupa berhentilah di tempat yang aman untuk melakukan pengecekan atau mengencangkan kembali baut-baut yang longgar.
  6. Jangan pernah membawa barang-barang yang mudah terbakar, seperti cat kaleng, bahan bakar, pematik api di dalam box karena box yang tertutup rapat apabila berada di bawah terik matahari suhu udara di dalam box bisa lebih panas ditambah dengan guncangan selama perjalanan maka ledakan dari bahan yang mudah terbakar akan sangat mungkin terjadi.

Demikian tips ketika membawa kendaraan yang menggunakan box berdasarkan pengalaman pribadi dan sebagian MJ kutip dari owner manual box givi.

Keep Safety Riding n Zero Accident

Komentar»

1. DC - Juni 25, 2012

(full load) dalam box kecepatan max 100 km/jam atau jika ingin aman kecepatan berkisar di 80 km/jam.
———————————————————————————
kalo batasannya begini udah ane buang kali BOX ane, wkwkwkwkwkwk..

menyusurijalan - Juni 26, 2012

Itu kan tips biar aman mas bor….. biasanya kecematan max nya 20 km/jam yah… hehehehehe sisanya maksudnya…..

2. si Oom! - Juni 26, 2012

nice oom, saya tertarik pakai boks nih :wink:

menyusurijalan - Juni 26, 2012

ok sip mas bor….. yang penting ukuran boxnya yang seimbang dengan motor…. jangan pake beat tapi boxnya maxia… waduh… mending dishodaqohkan sama MJ tuh boxnya… kasian motornya. heheheheheh

3. haroem - Juni 28, 2012

Yeah artikelnya kerenn mas bro… cukup membantu yang newbie make box nih :P

4. Talitha - Juni 28, 2012

Hi bikers!

Let me introduce myself, I’m a management student from The Netherlands who loves bikes and currently owns a Ducati Monster 696.

As a part of my academic path, I am working on a research project on motorcycles in Indonesia. Particularly I would like to understand what kind of people own motorcycles in Indonesia.

For this purpose, I am kindly asking the users in this forum to complete a five-minutes online survey. It’s going to be very easy and it would mean a great help to me and my work.

So if you live in Indonesia and you own one or more motorcycles, please, click on the link below and answer the questions.

http://kwiksurveys.com?s=MCODNG_2ff14147

And ride safely ;)

Talitha S.

5. dxtr - Juni 29, 2012

ikut menambahkan informasi, bagi riders yang sedang mempertimbangkan menggunakan sidebox, jangan pernah berpikir menjadikan top box menjadi side box, biasanya hal ini banyak dilakukan dengan alasan membeli 2 topbox lebih murah daripada sepasang sidebox (topboxnya givi type e 20, kalo ga salah harganya 550 rb per unit, kalo dikali dua hanya 1,1 jt, cukup jauh harganya dibanding givi e21 yang mencapai harga 1,6jt), dan bisa muat barang lebih banyak.

secara dimensi memang bisa memuat barang yang lebih besar, namun beban max-nya ya sama saja, hanya 3 kg

dari segi penampilan pemakaian box salah tempat ini akan membuat motor anda oversize

dari segi handling, lebar box yang lebih lebar dari setang motor anda tentu akan menyulitkan anda bermanuver diantara kendaraan karena tidak ada patokan nyata apakah ruang yang ada masih cukup untuk anda lewati. dan jika anda berencana trip ke tempat tempat yang mempunyai areal parkir atau jalan masuk tempat parkir yang pas-pasan dijamin anda pusing untuk memarkirkan motor anda (sering terjadi pada saya, padahal saya menggunakan sidebox k21)

menyusurijalan - Juni 30, 2012

wah ternyata sangat berpengalaman sekali neh mas bor yang satu ini

6. bapakeVALKYLA - Juni 29, 2012

pengen pasang box tp blum kesampaian
(dananya :mrgreen: )

menyusurijalan - Juni 30, 2012

silahkan ditimbang2 dulu….. pasanglah box kalau memang itu sudah perlu dan ada manfaatnya jangan hanya sebatas gaya….

bapakeVALKYLA - Juli 2, 2012

yups..
kalo saya ngelihatnya dari sisi fungsional. Karena motor sport yg joknya gak bisa dibuka kaya punya saya pasti repot.
mesti bawa2 tas ransel buat nyimpen jas hujan, toolkit sama parts cadangan..

7. extraordinaryperson - Juni 29, 2012

blom butuh box…kalo turing bawa ransel aja…baju secukupnya + toolkit…kalo baju kurang tinggal beli di perjalanan

http://extraordinaryperson.wordpress.com/

menyusurijalan - Juni 30, 2012

kalau saya sudah sangat butuh box.. soalnya dalam box berkas semua…. kalau pake tas waduh ampun……

8. denias cayoo - Juli 24, 2012

tips yang menarik , emang harus dipikirin tuh kalo kita mau pake box di motor kita , apa lagi kalo mau parkirin motor ,,..
trus , pake box juga lebih aman dan ringkas kalo mau touring bawa2 barang bawaan … safety deh .

9. hari winyoto - Agustus 27, 2012

Mas bro… Spd mtr saya tiger revo thn 2011. Saya memakai aksesoris box belakang kok setir saya bs jd oleng sndr ya? Kones nya pun saya ganti baru kok tetep saja bgt y? Thanks infonya

menyusurijalan - Agustus 27, 2012

Penambahan aksesoris tentu akan berpengaruh pada kendali stang…. biasanya alternatif penanggulangannya sesuai pengalman adalah penambahan ukuran ban atau menaikkan shock belakang atau menurunkan shock depan agar center of grafity atau titik berat sepeda motor kembali ke tengah

10. didi kurniawan - Oktober 25, 2012

iya,,, pake box emang jadi stang oleng,,, itu karna berat blakang,,,, jadi harus di sembangi dari berbagai sisi saja,,, dan kembali lg gmn kita bawa motornya aja,, kewaspadaan dan kehati-hatian yg paling pnting,,,

menyusurijalan - Oktober 27, 2012

Sippp… betullllll

11. ari dwi kristiono - Maret 5, 2015

Kalau pakai sidebox apa posisi kunci jok perlu dipindah juga, kalau lampu sein pasti dipindah. Bagi infonya ya. Terima kasih.


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 426 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: