jump to navigation

Bagaimana Sebenarnya Tilang Itu? Januari 15, 2011

Posted by Menyusuri Jalan in Peraturan.
Tags: , ,
trackback

Bandung, 15 Januari 2011. Sebagai seorang pengemudi Kendaraan di Jalan Raya tentu kita sudah tidak asing lagi dengan sosok Polisi Lalu Lintas. Polantas yang kerap kali mengadakan operasi/razia dengan tujuan untuk penertiban, dan tidak sedikit yang akan terkena tilang karena melanggar rambu-rambu atau yang lainnya. Tetapi tidak sedikit juga banyak oknum polantas yang memanfaatkan tugas dan wewenangnya ini untuk mencari uang yang tidak halal.

Nah pada tulisan kali ini MJ.com mencoba berbagi pengetahuan mengenai mekanisme Tilang yang MJ.com dapat dari hasil ngobrol bareng bersama Kanit Dikyasa Polrestabes Bandung, AKP Iis Sumarni beberapa waktu lalu sebelum pergantian Tahun Baru.

Beliau mengatakan “Jika kita ditilang kita harus membayar denda sesuai dengan pelanggaran denda, ada dua cara membayarnya yaitu melalui pengadilan atau melalui bank BRI”

Dari paparan Beliau juga MJ.com mendapatkan banyak pengetahuan bahwa dalam satu surat tilang itu terdapat 5 Rangkap 2 diantaranya berwarna merah dan biru sedangkan yang 3 lagi nantinya akan digunakan untuk proses selanjutnya (berhubungan dengan berkas di pengadilan dan pengambilan barang sita).

Setiap Pelanggar berhak memilih mau surat tilang berwarna merah atau biru. Lalu apa bedanya Kertas Tilang berwarna merah dan biru ini. berikut MJ.com jelaskan.

Kertas Tilang berwarna biru berarti pelanggar mengakui kesalahannya dan tidak perlu lagi mengikuti sidang di pengadilan, bisa membayar langsung di Bank BRI, namun Slip warna Biru ini dikenai denda Maksimal (sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009) kemudian barang sita (SIM/STNK) nanti bisa dibawa di polres setelah pembayaran denda dilakukan dan memperoleh bukti Pembayaran dari Bank. Keuntungan dari warna biru ini kita tidak usah menunggu berlama-lama untuk mengikuti proses sidang.

Sedangkan Kertas Tilang warna Merah berarti pelanggar tidak mengakui kesalahannya (membantah) nantinya pelanggar akan mengikuti sidang sesuai dengan tanggal yang tercantum, kemudian dari sidang itu nanti akan ditentukan bagaimana keputusannya jika terbukti melanggar maka pelanggar akan dikenakan denda sesuai putusan pengadilan, setelah itu maka pelanggar dapat membayar denda di loket yang telah disediakan kemudian langsung menerima Barang sitanya (SIM/STNK). Keuntungan dari mengikuti proses sidang adalah kita membayar denda sesuai dengan putusan pengadilan jarang sekali yang membayar hingga maksimal sesuai dengan UU, bahkan jika kita diputuskan harus membayar sebesar Rp.1.000,- maka sebesar itulah nominal yang kita bayarkan.

Dalam akhir pembicaraan, Ibu Iis pun berpesan “Berhentilah untuk damai di tempat, karena itu akan lebih memperburuk citra polisi. Polisi juga manusia jadi ikutilah ketentuan yang berlaku dan laporkan apabila ada oknum yang mencoba memanfaatkan tugas dan wewenangnya untuk tujuan yang tidak baik.”

Keep Safety Riding n Zero Accident

Komentar»

1. Maskur - Januari 16, 2011

sebaiknya janagn sampai ditilang heheheh

Suka

menyusurijalan - Januari 17, 2011

setuju …….

Suka

2. blognyamitra - Januari 18, 2011

Salam kenal mas bro, kalo di ibukota berdasarkan pengalaman temen slip biru susah untuk diminta.

Suka

menyusurijalan - Januari 18, 2011

ya itu karena akal2an dari oknum polisi (sayangnya oknumnya banyak) yang tidak ingin uangnya masuk kas negara….. klo lewat pengadilan juga kan ntar suka ada tambahan ini ke itu ke… jadi asal dendanya misalnya cuma 50.000 karena harus diambil dulu katanya barang sitanya jadi nambah 100.000,-… makanya susah klo terlalu banyak oknum itu.

Suka

3. Riza - Juli 25, 2011

Bro, kalau saya ditilang diluar kota gmn? Misal org JKT yg mudik ke Surabaya & ditilang di Surabaya. Dulu khan ada titip kuasa sidang ke polisi ( ada yg blg titip tilang, tp mlsh jd ambigu ama nyogok), kalo skrg gmn?
ref: http://danang.wordpress.com/2010/04/21/sedikit-catatan-tentang-slip-merah-dan-slip-biru-dalam-tilang/

Suka

menyusurijalan - Juli 27, 2011

Titip sidang tidak sama dengan nyogok, karena klo titip sidang barang sita (SIM/STNK/Kendaraan) tetap di tahan, hanya saja pada saat sidang kita tidak usah datang dan nanti setelah sidang selesai kita kembali ke kota tempat di tilang untuk mengambil barang sita dan uang kembalian …..

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: