jump to navigation

Apa dan Bagaimana Pajak Progresif… (2) 24 Februari 2012

Posted by Menyusuri Jalan in Bikers, Peraturan.
Tags: , ,
trackback

Bandung. Seperti sudah MJ ulas tentang pajak Progresif di sini, kali ini MJ akan coba berikan gambaran tentang perhitungan pajak Progresif itu sendiri.

Seperti sudah diterangkan sebelumnya, Pajak progresif dikenakan atas kepemilikan lebih dari satu kendaraan bermotor adapun  besarnya persentase tarif pajak adalah sebagai berikut:

  • Kendaraan Pertama 1,75 % dari DPP
  • Kendaraan Kedua      2,25 % dari DPP
  • Kendaraan Ketiga      2,75 % dari DPP
  • Kendaraan Keempat 3,25 % dari DPP
  • Kendaraan Kelima     3,75 % dari DPP

Adapun DPP (Dasar Pengenaan Pajak) adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor x Bobot yang ditetapkan berdasarkan PerGub (bukan nilai jual di pasaran) untuk mengetahui gambaran mengenai pajak yang dibayar bisa dilihat disini.

Urutan Kepemilikan Kendaraan Bermotor ini berdasarkan kwitansi saat pendaftaran kendaraan (baik itu kendaraan baru maupun

bekas)

Contoh perhitungan Pajak Progresif adalah sebagai berikut:

Misalkan MJ memiliki 5 Sepeda motor Merk Honda Type NF 125 D (KarismaD), sesuai NJKB yang MJ dapat di tabel NJKB KArisma adalah Rp 9.900.000,-, maka Pajak yang dikenakan terhadap kelima Sepeda Motor MJ adalah sebagai berikut:

Kendaraan ke 1 = 1,75 % x Rp. 9.900.000,- = Rp 173.250,-

Kendaraan ke 2 = 2,25 % x Rp. 9.900.000,- = Rp 222.750,-

Kendaraan ke 3 = 2,75 % x Rp. 9.900.000,- = Rp 272.250,-

Kendaraan ke 4 = 3,25 % x Rp. 9.900.000,- = Rp. 321.750,-

Kendaraan ke 5 = 3,75 % x Rp. 9.900.000,- = Rp. 371.250,-

Sedangkan klo MJ memiliki kendaraan ke 6 dan seterusnya maka besarnya persentase PKB adalah sebesar 3,75 % x NJKB.

Satu lagi sebuah catatan dari Pajak Progresif ini, Pajak Progresif dikenakan dari motor ke motor dan dari mobil ke mobil bukan dari motor ke mobil ataupun sebaliknya.

Keep Safety Riding n Zero Accident


Komentar»

1. raya - 25 Februari 2012

lho, katanya hanya berlaku buat 250cc ke atas?

Suka

menyusurijalan - 25 Februari 2012

itu hanya isu…. di PerDa tidak disebutkan cc nya..

Suka

2. triclaksono - 27 Februari 2012

saya punya 3 spm, bebek 2005, NMP 2010 (dah dijual tapi belum BBM ma yg belinya), kr 150 2011, baru bayar pajak bebek (bulan 2) & NMP (bulan 12), tapi dua2nya tetep 1.75 % padahal dua2nya atas nama saya & alamat rumah yg sama, ga tau nanti kr 150 bulan juni 1.75% juga ngga ? pas saya tanya ke orang samsat, kr 150 juga tetep 1.75% / kendaraan pertama .. apa pajak progresif hanya berlaku buat jenis kendaraan yg identik seperti ilustrasi 5 bebek nf 125 diatas ??

Suka

3. menyusurijalan - 27 Februari 2012

setau saya kemarin ketika bertanya bukan hanya kendaraan yang identik… itu hanya ilustrasi saja, nanti untuk yang kr 150 pasti dianggap kendaraan yang kedua karena yang di samsat menanggapi banyaknya penanya biasa suka males jawab, buktinya ketika kemarin saat membayar pajak, di sebelah MJ sampai dipanggil dua kali karena ternyata kendaraannya merupakan kendaraan kedua dengan penjelasan yang cukup panjang …….

Suka

triclaksono - 27 Februari 2012

mudah2an nanti pas bayar pajak kr 150, orang samsatnya males ngetik angka 2.25 %, jadi tetep 1.75%..hihi :mrgreen:

Suka

4. agus riyadie - 15 Juli 2012

mudah2an orang pajak matanya pd buta,mobil tua pun kena pajak progressif.

Suka

5. wiji - 10 September 2012
menyusurijalan - 10 September 2012

Berbeda karena pergub yang dipake pun berbeda… pergub dki belum liat sih…. dan yang MJ tulis berdasarkan pergub jabar…..

Suka

6. akif - 20 September 2012

apa tujuan berlakunya pajak progresif !

Suka

menyusurijalan - 20 September 2012

Biar satu orang ngga terlalu punya banyak kendaraan…. soalnya pusing sama pajak… ahihihihi

Suka

7. anak sholeh - 27 September 2012

Solusi “picik” pemerintah mengurangi jumlah kendaraan di Indonesia….
hahahaaa..

Suka

8. Apoey - 9 November 2012

Aq mau nanya nih.
kebetulan Aq punya 2 spd mtr (yg ke 1/lama mtr beat, yg ke 2/baru mtr supra 125) nama & alamat pemiliknya sama, tp knp kedua-duanya (di STNK) kena pajak progresif ke 2 (2,25%).
Aq sdh komplain ke Samsat, tp tetap aja jawabannya tdk memuaskan dan membingungkan.
memangnya gmn sih cara membedakan mtr ke 1 dan ke 2?

Suka

9. wahyudi - 21 November 2012

Saya beli motor kredit yang ke dua,atas nama dan salamat stnk yang kena.yang saya mau tanya,,apakah pajak progresivenya di kenakan langsung pada saat proses pembuatan stnk?τнänκ чöü

Suka

menyusurijalan - 22 November 2012

langsung karena pkb kan langsung dibayarkan….

Suka

10. Rachmat - 10 Desember 2012

Bagaimana cara menentukan njkb

Suka

menyusurijalan - 10 Desember 2012

NJKB itu sudah ditentukan oleh pemerintah sesuai dengan yang telah didaftarkan oleh produsen….

Suka

11. ndawul - 16 Mei 2013

bisa nggak motor kedua dirubah jadi motor pertama? biar pajaknya agak murahan..
misal motor pertama shogun dan motor kedua ninja. tq

Suka

12. Dede Siti Zainab - 20 Mei 2013

jadi kalo saya sebelumnya beli mobil , lalu beli motor dengan nama yang sama tidak akan kena pajak progresif ??

Suka

menyusurijalan - 20 Mei 2013

Tidak…..

Suka

13. abdul rifai - 29 Mei 2013

saya pernah punya 2 motor tp dah saya jual, tapi masih atas nama saya sampai sekarang, terus saya beli mobil tahun 2013, kenapa mobil saya kena progresif juga ya ?

Suka

menyusurijalan - 29 Mei 2013

Dilihat aja dulu bro… minta daftar kendaraan yang kita miliki… ketentuan yang saya dapat dulu progresif itu dikenakan terhadap jenis kendaraan yang sama contoh mobil ke-2 ke-3, atau motor ke-2, ke -3 seperti itu…. tapi kalau ada perubahan saya akan cari info lagi dan nanti akan kembali saya upload….

Suka

14. Rani Novariany - 8 Juni 2013

nice info.. izin copas ya kang 😀

Suka

menyusurijalan - 9 Juni 2013

mangga……. silakan…

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: