jump to navigation

Berlibur : Menengok Masa Lampau di Gedung Linggarjati Agustus 30, 2012

Posted by Menyusuri Jalan in Bikers, Perjalanan.
Tags: , ,
trackback

Kuningan. Tentu sudah banyak yang tahu tentang Perjanjian Linggarjati, Perjanjian ini pernah kita pelajari semasa sekolah dahulu dalam plajaran sejarah, tapi pernahkan kita tahu dimanakan letak Gedung ini dan seperti apa gedungnya? Berhubung banyak waktu luang, maka kali ini MJ sempatkan waktu untuk berkunjung ke salah satu gedung bersejarah ini.

Gedung Perundingan Linggarjati terletak di Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus atau secara astronomis terletak pada koordinat 06º52’7” LS dan 108º28’9” BT. Untuk masuk ke area Gedung ini tidak ada tarif resmi yang dikenakan.

Gedung Perundingan Linggajati ini memiliki luas kurang lebih 500 m2 dan memiliki halaman yang luas sekitar 2,5 ha. Seluruh areal bangunan ini dibatasi oleh pagar. Dinding luar pagar bagian bawah, mengelilingi bangunan ditutup dengan lempengan batu hitam. Di depan pintu masuk ruang sidang terdapat bangunan yang menjorok kearah jalan beratap genting. Pintu masuk ruang dalam atau ruang sidang memiliki dua daun pintu dengan bahan dari kaca.

Dari penuturan penjaga gedung, dahulu Gedung ini merupakan bangunan rumah milik Ibu Jasitem. lalu kemudian pada tahun 1921 oleh seorang berbangsa Belanda bernama Tuan Tersana dirombak menjadi semi permanen. Tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi bangunan rumah tinggal orang Belanda yang bernama Van Oot Dome. Kemudian tahun 1935 dikontrak oleh Heiker dan dijadikan hotel yang bernama Rustoord.

Pada masa pemerintahan Jepang hotel ini kemudian diganti namanya menjadi Hokay Ryokan. Kemudian tahun 1945 tepatnya setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, hotel ini diberi nama Hotel merdeka. Tahun 1946 Hotel merdeka ini digunakan sebagai tempat perundingan antara Pemerintah Indonesia denganPemeintah Belanda yang kemudian menghasilkan Naskah Linggarjati, karena perundingan itu sangat penting maka gedung ini disebut Gedung linggarjati.

Kadang-kadang Gedung ini disebut Gedung Naskah linggarjati tetapi menurut bapak penjaga yang namanya lupa MJ tanya sangat tidak tepat jika gedung ini disebut gedung naskah karena naskahnya disusun dan disimpan di tempat lain, yaitu di Jakarta dan Amsterdam. Belum sampai disitu, tahun 1948-1950 ketika aksi militer tentara II, gedung ini dijadikan markas tentara Belanda. kemudian setelah agresi belanda selesai pada tahun 1950-1975 gedung ini ditempati oleh Sekolah dasar Negeri Linggajati. Dan setelah itu hingga saat ini  bangunan ini difungsikan sebagai museum.

Di dalam Museum ini terdapat diorama dan foto-foto tentang proses dan kejadian dari perundingan Linggarjati, begitu juga tentang naskah perjanjian linggarjati dicetak di salah satu dinding bangunan ini.

Bangunan ini juga sering dijadikan sebagai area pernikahan karena ketika MJ datang kesanapun sedang dilaksanakan melakukan proses photo.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan

sumber : http://disparbud.jabarprov.go.id

Keep Safety Riding n Zero Accident.

Komentar»

1. moncerr - Agustus 30, 2012

si Om ini lg maen dsini apa emang orang sini om? Salam kenal om, ane tinggal di kota ini jg.

Suka

menyusurijalan - Agustus 31, 2012

Setengah-setengah mas bor….. aktivitas dan kelahirah dari bandung… untuk sementara bolak-balik bandung kuningan setiap minggu……

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: