Semoga Kurikulum Etika Berlalu Lintas Bisa diterapkan secara Nasional

Pada akhir pekan kemarin MJ melakukan perjalanan untuk melakukan survey di Provinsi terbarat Jawa yaitu di Provinsi Banten, perjalanan cukup panjang sehingga MJ bisa menikmati suasana perjalanan menuju sana. Namun perjalanan MJ sepanjang jalan terganggu dengan banyaknya pengendara sepeda motor yang tidak melawan arus bahkan tidak sedikit anak-anak yang sudah menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Ketika berkendara banyak sekali pengendara yang tidak merasa bersalah ketika harus menyerobot jalur orang, malah tidak sedikit yang malah memarahi pengendara yang menegur kesalahannya. Bisa dibilang saat ini Etika Berlalu Lintas di jalan raya sudah berkurang malah bisa dibilang sudah sangat tidak ada.

JIka dahulu ketika MJ masih berada di jenjang SD, MJ masih menemui pesan dari Budi dan Tuti serta Ibunya yang menyuruh kita agar ketika mau menyebrang harus menengok kanan dan kiri, atau mematuhi perintah petugas kepolisian, kini Etika Berlalu Lintas seperti ini bisa dibilang sudah tidak ditemui, malah para orangtua memberi contoh yang salah kepada anak-anaknya sehingga angka pelanggaran semakin meningkat dan berbanding lurus dengan angka kecelakaan yang semakin meningkat.

Komitmen AHM dan YAHM untuk meningkatkan kesadaran berkendara ini kemudian dikembangkan pertama kali pada 2010 bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menyusun kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas.  Tidak sedikit sekolah dari tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA telah mengimplementasikan kurikulum ini dan mengajarkan pada anak didiknya. Pembelajaran di Usia dini tentu sangat perlu untuk membentuk karakter yang baik.

Direktur AHM Markus Budiman Widihandojo seusai menghadiri Deklarasi Yogyakarta sebagai Kota Berbudaya Lalu Lintas di Kantor Gubernur DI Yogyakarta, pada Minggu (01/09) berujar “Sebagai produsen sepeda motor, kami memiliki tanggung jawab sosial yang besar AHM_01 (1)terhadap keselamatan berkendara. Program ini merupakan salah satu wujudnya. Kami ingin mengedukasi sejak usia dini anak muda melalui implementasi kurikulum etika berlalu lintas ini,”.

Dari Yogyakarta, selanjutnya AHM dan Yayasan AHM akan terus mengembangkan kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas ini ke provinsi lain bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Setidaknya hingga saat ini kami sudah menyelenggarakan workshop untuk para guru di 20 provinsi di Indonesia. Para guru inilah nanti yang akan menjadi ujung tombak dalam mengajarkan etika berkendara dan budaya tertib lalu lintas melalui mata pelajaran yang diberikan kepada siswanya,” ungkap Wakil Ketua Yayasan AHM Kristanto.

Semoga kedepannya Kurikulum Etika Berlalu Lintas bisa diterapkan secara Nasional agar kondisi di jalan raya bisa lebih tertib dan kondusif, tentu hal ini perlu juga dicontohkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita masih ingat peribahasa Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. JIka Guru/Orang Tua mencontohkan sesuatu yang salah maka kesalahan itu akan dilakukan juga oleh anaknya dengan kadar kesalahan yang semakin besar.

Keep Safety Riding n Zero Accident.

Iklan

2 thoughts on “Semoga Kurikulum Etika Berlalu Lintas Bisa diterapkan secara Nasional

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s