jump to navigation

Tidak Mau Di Denda Tilang, Makanya Tertib Lalu Lintas November 29, 2013

Posted by Menyusuri Jalan in Peraturan.
Tags: , , , ,
trackback

sidang-tilang-busway-2-131129bLucu memang para pengendara di Indonesia itu neh bro n sis….., karena sudah terbiasa menjadi pelanggar lalu lintas, makanya ketika di tertibkan mereka malah menjadi marah dan tidak setuju, ibarat jaman jahiliyah dulu saat Miras Merajalela terus Nabi mengharamkan semua orang yang sudah terlanjut senang pada menolak.

Hal ini lah yang terjadi di ibukota Negara kita khususnya saat ini, orang yang sudah terbiasa melanggar lalu lintas begitu ditindak dengan peraturan yang tegas dan maksimal mereka kompak untuk protes, salah satu beritanya bisa bro n sis lihat di sini.

Liputan6.com, Jakarta : Gelombang protes mulai bermunculan dalam sidang tilang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Penyebabnya, denda Rp 500 ribu bagi penerobos busway atau jalur bus Transjakarta dikenakan juga kepada pengendara yang ditilang sebelum aturan baru Pemprov DKI ini berlaku.

Protes itu, misalnya, dilakukan salah seorang pemotor, Dani. Warga Cijantung, Jakarta Timur itu menolak membayar denda sebesar itu. Sebab, ia ditilang sebelum peraturan baru itu diberlakukan.

“Saya ditilang 6 November. Katanya baru berlaku 25 November, tapi kenapa sudah kena Rp 500 ribu? Nggak mau saya,” katanya di PN Jakarta Timur, Jumat (29/11/2013).

Ia mengaku, telah menerobos busway di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, saat pulang bekerja dari Cawang, Jakarta Timur. Kata dia, jika aturan denda tidak sesuai aturan seperti ini ia menolak. “Kalau Rp 80-160 ribu mah, wajar. Kalau kayak gini ngapain bayar orang, belum berlaku kok,” ujarnya kesal.

Dani mengaku, akan menunggu sidang tahap ke-2 yang tertunda karena ia harus melaksanakan shalat Jumat. Dia akan menyampaikan argumentasinya kepada hakim agar denda yang dikenakan tidak sebesar itu.

“Kita memang bodoh, tapi nggak bisa dibodohin terus sama hukum. Kalau kayak gini kita harus lawan,” protes Dani. 133551_busway_luar(Rmn/Yus)

Peraturan itu dibuat untuk menertibkan dan dibuat untuk dipatuhi, kalau memang tidak mau dihukum  makanya jangan melanggar, ibarat kalau bicara agama kata guru mengaji MJ dulu ketika kecil kalau mau masuk surga ya turuti segala perintah jauhi segala larangannya Allah SWT, kalau mau masuk Neraka lakukan kebalikannya, hal ini juga berlaku di jalan raya, kalau tidak mau kena Tilang makanya tertib dan ikuti segala peraturan yang berlaku, kalau sudah tertib kan pasti enak nanti di jalan nya, betul tidak bro n sis???

Semoga penegakan peraturan tidak hanya hanya selintas saja, tetapi akan terus ditegakkan… agar masyarakat semakin terbiasa untuk tertib….

Keep Safety Riding n Zero Accident

Komentar»

1. belalangmerah - November 29, 2013
2. bapakeVALKYLA - November 29, 2013

selamat datang di Indonesia
😀

Suka

3. wongndeso94 - November 29, 2013

Udah ngelanggar minta enak, apa kata pak polisi

#damai_bung_50rb#

Suka

4. Iksa - November 29, 2013

Kapan kapoknya ya ……

Suka

menyusurijalan - November 29, 2013

kalau peraturannya dirubah menjadi setiap pelanggar maka kendaraannya disita dan dijadikan besi tua…. baru pada kapok kayaknya….

Suka

5. janoko - November 24, 2014

beginilah,,,gk mau mengaku salah, malah maunya melawan hukum, sudah saatnya terapkan hukuman “tangan besi” tanpa pandang bulu!!!

Suka

JalanBerkarisma - November 24, 2014

setuju…. meskipun sedikit kurang sreg… tangan besi jika arahnya baik akan bermanfaat di kemudian hari..

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: