Iklan
jump to navigation

Wheel Story #4: Menyusuri Jalanan di Pulau Selatan New Zealand Agustus 4, 2016

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , ,
trackback

Mario Iroth New Zealand6Bro n Sis… Perjalanan Mario Iroth dan Lilis Handayani dalam Wheel Strory Season 4 terus berlanjut…. Setelah puas menjelajahi pulau utara New Zealand perjalanan pun kemudian dilanjut ke Pulau Selatan.

Setelah menyebrangi selat Cook dan tiba di Picton, kemudian perjalanan Mario dimulai dengan mengambil jalur ke arah Barat menuju Nelson. Nah Suasana disana saat itu cerah dengan suhu udara sekitar 12 derajat celsius menyelimuti perbukitan dan lembah hijau.

Setelah 2 jam riding, Tim Wheel Story tiba di Nelson untuk makan siang, lalu kemudian kembali dilanjut riding lagi hingga sore dan tiba di camping area di Tapawera Village dekat Taman Nasional Kahurangi untuk bermalam. Malam hari di tempat ini udara mencapai 1 derajat Celsius kembali dengan sekejap membekukan tetesan embun menjadi es.

Keesokan harinya perjalanan kembali dilanjut ke pesisir barat Pulau Selatan Selandia Baru melalui Jalan SH6. Perjalanan harus dipercepat agar bisa tiba di camping area berikutnya sebelum matahari terbenam karena kalau sudah malah dinginnya udara Negeri Kiwi ini bisa sangat mengganggu. Sebuah desa kecil di Ahaura dijadikan tempat istirahat sebelum perjalanan dilanjut menuju Greymouth.

Di Ahaura, hujan mengguyur sepanjang dari malam hingga pagi hari dan dinginnya sangat menusuk tulang. Setelah pagi meskipun hujan perjalanan pun kemudian kembali dilanjut meskipun hujan terus mengguyur.

Sambil diguyur hujan perjalanan Wheel Story terus dilakukan, hingga akhirnya berteduh kembali di desa Hari-Hari (150 KM arah Selatan Greymouth). Di desa Hari-hari kemudian istirahat dan menginap di sebuah Lodge dengan harga cukup terjangkau. Lodge tersebut merupakan rumah warga, yang didalamnya terdapat perabot, pakaian hingga pernak-pernik khas Selandia Baru yang rata-rata berusia lebih dari 70 tahun dan tertata rapi. Ini sesuai dengan tema penginapannya yakni ‘Living in The Past’.

Usai bermalam di Hari-Hari perjalanan berlanjut ke Wanaka, melewati Sanz Josef Glacier dengan pemandangan Mount Cook yang indah. Aliran air sungai di pinggir jalan yang jernih membuat perjalanan semakin menyenangkan, aliran air sungai ini berasal dari gugusan hutan rimba nan gelap di bawah puncak pegunungan yang tertutup salju.

Perjalanan semakin menguji ketangguhan Honda CB500X, dimana motor yang dikendarai Wheel Story menemui jalan menanjak, berkelok dan hujan lalu nampak es di pinggir jalan berkilo-kilo meter. Tangan dan muka sudah tak tahan dingin namun harus konsentrasi karena bahaya black ice dan grit bisa sewaktu-waktu mengakibatkan kecelakaan.

Setelah melakukan perjalanan yang terus ditemani hujan dan dinginnya musim dingin di New Zealand, akhirnya tim Wheel Stiry tiba di wilayah yang datar dengan pemandangan langit biru dan pegunungan salju, dengan temperatur yang hangat dan di depan muka terhampar Danau Wanaka dan sebelahnya Danau Hawea.

Kontak Blog MenyusuriJalan

Iklan

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: