Iklan
jump to navigation

Wheel Story #4: 1000 kilometer, Cerita dari Negara Kiwi New Zealand Agustus 5, 2016

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Mario Iroth pulau selatan4Bro n Sis… Kita lanjut cerita Mario Iroth dan Lilis Handayani di Wheel Story Season 4 yang akan menaklukan 4 negara dari dua benua mulai dari Nea Zealand dan akan finish di Indonesia.

Selepas menikmati indahnya danau di Wanaka perjalanan kemudian dilanjut menuju Queenstown dengan melintasi Crown Range. Jalanan yang dilalui merupakan jalanan yang berkelok dengan jarak hingga puluhan kilometer, pemandangan menarik didapat sepanjang perjalanan dimana dalam satu perjalanan kita akan melewati pengunungan yang awalnya dihiasi oleh rerumputan kering dan tidak lama kemudian berubah menjadi menjadi putih cerah dan bikin silau mata efek dari salju.

Meskipun indah, selama perjalanan harus tetap waspada dengan black ice yang terdapat sepanjang jalan, angin bertiup cukup kencang dan perjalanan terus dilanjut menuju Queenstown untuk makan siang.

Kelar di Queenstown perjalanan kemudian kembali dilanjut menuju Glenorchy, sebuah kota kecil berada di paling ujung dari danau Wakatipu dengan jalan yang berliku meskipun kota itu tidak termasuk kedalam tujuan wheel story.

Mario Iroth pulau selatan1

Hari beranjak sore, untuk melepas lelah maka tim wheel story menghabiskan malam di sebuah penginapan tua yang sudah ada sejak 100 tahun lalu. Terletak 25 Km di ujung danau Timaru, desa bernama Kinloch menjadi tempat yang nyaman untuk istirahat dan pantas dijuluki ‘Gateway to Paradise’, karena pemandangan di desa ini sekelilingnya sangat tenteram, membuat seperti hidup di dunia dongeng.

Cukup beristirahat, meskipun cuaca kurang bersahabat perjalanan kemudian dilanjut menuju Tekapo. Saat melewati Lindis pass, angin bertiup sangat kencang, serta hujan cukup deras. Udara dingin menusuk tulang. Namun perjalanan tetap dilanjutkan.

Tiba di Tekapo danau yang berwarna tosca menjadi pelepas lelah. Sebelumnya tiba di danau ini sebelum melewati Danau Pukaki yang berlatar belakang Mount Cook yang tak tampak karena tertutup awan tebal.

Menjelang sore, untuk menghangatkan diri bro MArio dan Sist Lilis kemudian menghangatkan diri di sebuah cafe, cuaca tak kunjung berubah sampai 2 cangkir teh habis barulah hujan berhenti namun yang terjadi malah turun salju.

Tak lama kemudian matahari muncul, langit biru nampak meskipun masih ada salju terbawa angin. Sambil menikmati suasana bro Mario kemudian berdiri di pinggir danau dekat Church of the Good Shepherd yang sudah ada lebih dari 100 tahun.

Cukup dengan menikmati keindahan pulau selatan New Zealand, perjalanan kemudian dilanjutkan kembali menuju Picton (pelabuhan ferry) dengan mengikuti jalan pesisir timur yang tak kalah indahnya.

Dalam perjalanan tim Wheel Story melewati Christchurch dan daerah peternakan juga perkebunan anggur di sepanjang perjalanan yang bikin betah dan semangat dengan pegunungan rerumputan hijau dan lautan yang biru walau angin samping cukup kencang.

Masih musim dingin di  New Zealand, membuat perjalanan membawa berjuta kenangan. Total perjalanan yang sudah dilakukan oleh Bro Mario Iroth dan Sist Lilis Handayani mencapai 1000 kilometer hingga tiba di Picton.

Kontak Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: