Iklan
jump to navigation

Wheel Story #4: Perjalanan Di Benua Australia Selesai… Lanjut Timor Leste Oktober 8, 2016

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

mario-australia7Bro n Sis….. Mario Iroth dan Lilis Handayani sudah menyelesaikan perjalanannya di benua terkecil di dunia yaitu Australia dan Northern territory menjadi state terakhir petualangan wheel Story season 4 di Australia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Timur Leste.

Setelah melewati Outback yang mendebarkan karena rute dari Laverton (Western Australia) hingga Yulara (Northern Territory) sejauh 900 Km harus dilakukan dengan offroad ditambah untuk bisa melewati daerah ini tentu harus ada persiapan ekstra diantaranya harus memiliki permit untuk melintas daerah Aboriginal Land council baik di Western Australia dan di Northern Territory karena rute tersebut sebagai jalan pintas terpanjang di Australia.

Selepas melewati jalanan offroad, perjalanan selanjutnya dilakukan di atas aspal yang mulus dan lurus menuntun tim Wheel Story 4 ke Darwin dari Alice Spring. Karena tempat yang dituju semakin ke utara temperatur pun sudah semakin mirip Indonesia atau lebih akrab lagi dengan daerah Nusa Tenggara Timur.

Karena udara mulai hangat, team wheel story mulai meninggalkan jacket thermal dan membiasakan diri dengan T-shirt saja, untuk mencegah dehidrasi pun jumlah air yang diminum semakin banyak, permasalahan yang muncul sepanjang perjalanan adalah lalat dan nyamuk dimana-mana, Saat istirahat siang siap-siap di hinggapi lalat di mata, hidung dan bibir karena mereka mencari tempat yang lembab kemudian menuju malam lalat pergi dan giliran nyamuk menyerang.

Memasuki Jalan Nasional Highway nomor 87 perjalanan mulai membosankan, namun motor bisa dipacu sampai 130 km/jam bahkan ada beberapa ruas yang unlimited. Tapi kecepatan masih tetap dikendalikan karena sesekali jalan berpapasan sama jalur kereta api yang akan membuat oleng karena hembusan angin yang terjadi belum lagi bahaya akibat hewan yang menyebrang seperti sapi, kangguru dan unta yang tiba-tiba lewat

Rute sepanjang 1700 km terakhir di Australia ini membawa sensasi yang berbeda, semakin ke utara mulai terlihat pegunungan dan juga sungai-sungai dan pepohonan. temperatur bahkan bisa sampai 36 derajat celsius. Dalam beberapa kesempatan team wheel story kamping di rest area yang memiliki tanda khusus asalkan sudah mempersiapkan bekal makan dan minum yang cukup, dan harus hati-hati kalau membuat api, pastikan api padam sebelum meninggalkan lokasi karena kalau tidak siap-siap kena denda 25.000 AUD.

Seminggu lamanya team wheel story berada di rute ini dan akhirnya tiba di Darwin, sesampainya disana beruntung team wheel story bertemu pemotor lainya yang akan mengirimkan motornya ke Dili-Timor Leste, jadi bisa share kontainer. Total ada 7 motor yang akan dikirim berbarengan, semua aman.

Total 15.500 Km Team Wheel Story menjelajah New Zealand sampai Australia. yang tentunya memberi pengalaman yang sangat berbeda, perjalanan harus melewati daerah bersalju hingga daerah panas, dari jalanan mulus hingga lewati padang gurun yang semua itu sukses dilalui dengan menggunakan Honda CB500X dengan menggunakan riding apparel dari Respiro yang selain berfungsi  melindungi sepanjang perjalanan tetapi juga tetap gaya ketika digunakan.

Nah ini ada video percakapan Mario dan Lilis selama perjalanan menuju Darwin yang bisa bro n sis simak.

Tambahan gallery foto

Kontak Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: