Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Cape Town Kota Indah Di Ujung Afrika November 28, 2017

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis…. Selepas menuju titik paling selatan afrika yang menjadi titik pemisah antara sisi pasifik dan sisi Hindia, perjalanan wheel story kemudian dilanjut menuju Cape Town yang perjalanannya sangat memanjakan, Mario Iroth mengatakan disinilah surga para biker.

Perjalanan dari Cape Agulhas menuju Cape Town melewati daerah perkebunan Anggur hingga akhirnya tiba di Hermanus, di lokasi ini kita bisa melihat Humbback Whales hanya dari bibir pantai dan hari itu keberuntungan berpihak kepada Mario dan Lilis dimana bisa melihat paus dari jarak dekat.

Selepas dari Hermanus perjalanan dilanjutkan melewati Route 44 dengan pemandangan laut (False Bay) disebelah kiri dan tebing batu sebelah kanan. Salah satu perjalanan yang sangat luar biasa.

Tiba di Cape Town, Mario dan Lilis kemudian disambut oleh Konjen bersama Ibu di Wisma KJRI di Cape Town. Sambil menikmari makan malam bersama Mario dan Lilis bercerita tentang adventure bermotor dan ragam budaya di Afrika. Salah satu staff KJRI merekomendasikan rute bermotor ke arah Cape Peninsula yang keren dan Mario pun langsung memasukan rute tersebut di GPS di motor untuk rute berikutnya.

Petualangan di Cape Town berlanjut. Bermula dari Simon’s Tiwn Mario dan Lilis mampir di museum mengenai sejarah kota Simon’s Town sebagai kota para pelaut. Di Bouldors beach Wheel Story melihat Pinguin koloni. African Pinguin sudah ada disini sejak tahun 1982 dimulai dari sepasang Pinguin dan saat ini sudah ada lebih dari 2000 Pinguin. Setelah puas melihat Pinguin lanjut gas melewati jalanan berkelok dengan pemandangan laut dan tebing batu mengikuti jalan M6

Jalur M6 sedikit membuat sprot jantung karena jalur yang dilewati cukup sempit dimana jalan ini dibuat dari tebing batu yang dibelah dipinggir jurang yang dalam hingga berujung di laut, ditambah lagi angin dari samping yang kencang disertai udara dingin membuat harus konsentrasi penuh untuk bermotor disini namun pemandangan yang disuguhkan memang luar biasa, nama jalur ini Chapman’s Peak.

Sore hari Mario dan Lilis tiba di Camps Bay sambil menikmati sunset, dari lokasi ini bisa terlihat Table Mountain yang spektakuler terlihat jelas seolah menyapa kehadiran pemotor dari Indonesia.

Cape Town dan sekitarnya memang membuat siapa saja yang pernah singgah di kota ini sangat betah, hari terakhir di Cape Town diisi oleh Mario dengan melakukan penggantian Oli Mesin Castrol Power 1 dan juga sepasang ban baru, pertualangan baru sudah kembali menunggu di depan sana.

Sebelum meninggalkan Afrika Selatan, Mari dan Lilis kemudian mampir di KJRI di Cape Town untuk memberi salam perpisahan kepada pak Konjen bersama jajaran staff. Pagi yang cerah memberi kehangatan di udara yang dingin ala Cape Town. Halaman depan kantor KJRI ramai dan penuh canda. Pak Konjen (Pak Krishna Adi Poetranto) bersama Ibu lengkap dengan staff KJRI melepas Wheel Story ke destinasi berikutnya yaitu Namibia.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: