Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Menikmati Indahnya Air Terjun Victoria Di Negara Ke-6 Wheel Story #5, Zimbabwe Desember 30, 2017

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis…. Selepas menjelajahi Botswana, negara ke-5 Wheel Story season #5 yang kaya akan satwa liarnya, perjalanan Mario Iroth dan Lilis Handayani yang menggunakan CRF250Rally terus dilanjut dan negara berikutnya yang menjadi tujuan adalah negara yang memiliki uang dengan nominal yang sangat besar, apalagi kalau bukan negara Zimbabwe.

Mario dan Lilis masuk ke negara Zimbabwe melalui perbatasan Plumtree yang berada di bagian barat negara Zimbabwe. Prosedurnya cukup judah untuk warga Indonesia dapat visa on arrival dan untuk motor bisa membuat ‘Temporary Insurance permit’ langsung di bagian custom kantor Imigrasi.

Namun karena tiba di perbatasan menjelang hari Natal, antrian yang biasanya sebentar menjadi memakan waktu yang cukup lama hingga 4 jam lamanya karena ternyata banyak juga orang Zimbabwe yang melakukan mudik menjelang Natal.

Setelah masuk ke negara Zimbabwe dan menginap satu malam di PlumTree, pertualangan Mario Iroth dan Lilis pun dilanjut ke Bulawayo sebagai kota kedua terbesar setelah Harare. Disana tak disangka Mario dan Lilis bertemu dengan orang Indonesia yang menetap cukup lama di Zimbabwe, pak Widi namanya. Selepas bertemi, pak Widi membawa Mario dan Lilis ke Matopos National Park yang tak jauh dari kota Bulawayo. Di area tersebut Mario dan Lilis bisa melihat ‘Rock painting’ dari suku San atau lebih dikenal ‘Bushmen’ yang berusia 3000 tahun lebih.

Di lukisan goa ini bisa dilihat bagaimana cara mereka berburu dan jenis binatang yang mereka buru di area tersebut juga alat yang mereka pakai berburu kala itu.

Selepas melihat “Rock Painting” Mario dan Lilis kemudian lanjut meng-eksplor area bebatuan yang tertata unik yang dibentuk alam yang juga menjadi spot makam dari Cecil Rhodes (1853-1902) sebagai Bapak pendiri Rhodesia dimana yang dikenal sekarang Zimbabwe dan Zambia. Spot ini selalu di jaga oleh ranger national park.

Puas menikmati Bulawayo dan sekitarnya, perjalanan Mario dan Lilis kemudian dilanjutkan menuju arah utara dengan riding sejauh 440 kilometer dan akhirnya tiba di Victoria Falls. Disinilah icon Zimbabwe yang menjadi sangat terkenal di dunia yaitu air terjun Victoria dan juga termasuk dalam UNESCO world heritage.

Air terjun Victoria juga sebagai air terjun terbesar dan terpanjang di dunia dan tentu saja ini membuat hal tersebut menjadi momen yang tak terlupakan. Sungguh pemandangan yang spektakuler.

Tiba di Zimbabwe membuat perjalanan Mario dan Lilis kali ini genap menjadi 80 hari selepas berangkat dari Indonesia dan total perjalanan yang sudah dilakukan mencapai 10.460 km.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

1. gugigiswanto - Januari 2, 2018

Wah… Indahnya dunia ciptaan yang maha kuasa…. Salam satu aspal satu jiwa mas…. Hati hati selalu. Selamat pergi dan selamat ketika pulang lagi nanti…. Spirit of Indonesia always with you all the way….

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: