Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Melihat Dari Dekat Kuda Nil Sebelum menuju Zambia Negara ke-7 Wheel Story di Afrika Januari 10, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis…. Perjalanan Mario Iroth dan Lilis Handayani di Wheel Story Season 5 terus berlanjut, sebelum memasuki tahun 2018, tahun 2017 dihabiskan oleh Mario dan Lilis dengan berada di Harare – Zimbabwe sambil menunggu kabar visa Zambia keluar.

Visa Zambia untuk paspor Indonesia membutuhkan persetujuan dari pihak Imigrasi di Lusaka. Untuk mengisi waktu senggang, di Harare Mario pun melakukan penggantian oli mesin menggunakan Castrol Power1 sambil mengecek komponen motor lainnya seperti suspensi, rantai, rem dan tekanan angin ban sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Setelah tahun baru, Wheel Story mendapat email bahwa visa Zambia sudah di setujui. Petualangan pun kembali dilanjutkan, dengan dilepas oleh Duta Besar KBRI di Zimbabwe (Bpk.Stephanus Yuwono) bersama staff KBRI dari kantor KBRI di Harare perjalanan Mario dan Lilis dilanjut menuju arah utara sejauh 425 km mengarah ke Danau Kariba.

Danau kariba merupakan danau buatan Manusia terbesar di dunia. Sambil melepas lelah Mario beristirahat tidak jauh dari Danau Kariba. Dari depan tempat penginapan Mario dan Lilis bisa melihat kumpulan kuda nil dengan latar pemandangan danau yang indah. 

Selepas beristirahat, hari berikutnya Mario dan Lilis menuju Zambia melewati perbatasan kecil yang melewati Dam Kariba. Semua proses berjalan lancar, persyaratan untuk memasukkan kendaraan asing memerlukan beberapa pengurusan seperti pembuatan TIP (temporary Import permit), pembayaran asuransi serta Carbon tax.

Proses semua itu kurang lebih memakan waktu 1 jam. Selepas semua perizinan selesai, dari imigrasi Mario dan Lilis riding sejauh 200 km sampai ke Lusaka dan bermalam di sana. Keesokan paginya cuaca sangat cerah riding melewati jalan ‘the great east road’ di Zambia, dari atas Honda CRF250Rally saya menikmati desa desa kecil dan juga perbukitan yang hijau, sesekali Mario berhenti istirahat berteduh dibawah pohon sambil bercengkrama dengan warga.

Masalah komunikasi tidak perlu ditakuti bro n sis ketika berada di Zambia karena sebagian besar warga Zambia dapat berbicara bahasa inggris. Hari itu Mario dan Lilis riding sejauh 450 km hingga sore hingga akhirnya tiba di desa kecil bernama Petauke.

Ada sedikit cerita menarik bro n sis yang dialami Mario ketika di Zambia, karena lupa mengisi jerigen cadangan bahan bakar akhirnya Mario harus membeli bensin eceran dengan kadar ron 95 (karena di Zambia tidak ada pertamax) untuk harganya sendiri yaitu 2,5 USD per liter atau kurang lebih seharga Rp. 33.000,-.

Berikut ada beberapa foto perjalanan Mario dan Lilis di negara ke-7 Zambia dalam petualangan Wheel Story season 5.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: