Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Tanzania, Negara Ke-9 Wheel Story Season 5 Januari 31, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis…. Memasuki hari ke 100, Mario dan Lilis akhirnya memasuki negara ke 9 di Afrika dalam perjalanan Wheel Story Season 5 yaitu Tanzania.

Masuk ke Tanzania Mario dan Lilis lakukan melalui perbatasan Kasumulu yang terletak di sebelah selatan Tanzania. Masuk ke Tanzania, Mario dan Lilis lanjutkan dengan riding sejauh 112 km menuju kota Mbeya, pemandangan alam Tanzania begitu memukau.

Suasana perjalanan tentram dan sejuk, pegunungan hijau dan pedesaan dengan rumah beratap seng ditambah adanya sepeda motor sedang mangkal alias tukang ojek membuat suasana  irip seperti di Indonesia plus ditambah saat riding semakin membuat MArio dan Lilis kaget adalah ketika melewati perkebunan teh berasa seperti riding di Jawa Barat. Untuk melepas lelah sesaat Mario kemudian berhenti disebuah warung untuk istirahat, walaupun kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris namun warganya ramah dan sopan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju arah Timur. Dari Mbeya Mario kemudian menuju Ibukota Tanzania, Dar es Salaam yang persis berada di pesisir Timur negara Tanzania. Untuk tiba di Ibu Kota Tanzania Mario dan Lilis harus menempuh perjalanan sejauh 800 km lebih.

Sebelum tiba di Dar es Salaam mario dan Lilis singgah terlebih dahulu di Iringa. Perjalanannya sangat menyenangkan. Jalan aspal yang lebar dan luas ditambah pemandangan alamnya yang berbeda dari sebelumya membuat perjalanan menjadi tidak membosankan.

Sepanjang perjalanan tampak pegunungan berbatu dan mulai banyak pedesaan ditambah hilir mudik truk-truk logistik. Di Tanzania pom bensin selalu ada disetiap distrik atau ‘wilaya’ sama dengan Wilayah dalam Bahasa Indonesia. Jadi kita tidak perlu kawatir soal bensin.

Untuk mencari makananpun terbilang sangat mudah, tinggal mencari lokasi yang ramai dan dipenuhi kursi serta parkiran sudah pasti menjual makanan, di Tanzania nasi menjadi makanan pokok karena banyak sawah yang membentang.

Di jalur menuju Morogoro perjalanan melewati hutan yang membelah gunung, jalanan menjadi banyak kelokan dengan tikungan tajam membuat riding di jalur ini menjadi mengasikan karena ngantuk jadi hilang. Di Morogoro sendiri ada jalur melewati Mikumi National Park. Sejauh 50 km kita diharuskan berkendara dengan kecepatan maksimal 30 km/jam dan dilarang memotret atau akan kena denda.

Sepanjang jalur ini terdapat berbagai binatang liar terlihat dari pinggir jalan, mulai dari Jerapah, Zebra, banteng, Gajah hingga Impala dan kalau beruntung bisa lihat kelompok Singa juga, tapi kalau kita lewat pakai motor kayaknya serem juga jalur ini yah bro n sis…

Tiba di Dar es Salaam, Dar es Salaam termasuk kota yang macet tapi tak semacet Jakarta, karena sudah terbiasa dengan kemacetan di Indonesia, Mario dengan sigap dan lincah kemacetan yang masih termasuk kategori normal. Banyak kendaraan roda 3 sebagai kendaraan umun juga selain taksi, mini bus dan motor taxi alias ojek.

Perjalanan dilanjut Mario ke KBRI di Dar es Salaam, dan bersama staff PenSosBud di KBRI Dar es Salaam, Mario kemudian diliput oleh beberapa media ternama di Tanzania, diantaranya di interview oleh Capital TV & Azam TV dan beberapa media cetak.

Total perjalanan Mario dan Lilis hingga tiba di Tanzania sudah mencapai 14569 km…. Wuih sudah sangat jauh juga yah bro n sis…

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

1. PotretBikers - Januari 31, 2018

keren banget yaa mereka….pasti berkesan banget, saat bertemu dengan orang yang bisa bahasa Indonesia di posisi luar sana 😀

http://potretbikers.com/2018/01/31/haah-kok-bisa-rantai-new-honda-crf150l-putus-coba-play-video-dibawah-ini/

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: