Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Lebih Dekat Dengan Icon Negara Tanzania, Gunung Kilimanjaro Februari 4, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Masih di Negara Tanzania, Mario Iroth dan Lilis Handayani bergerak menuju Moshi berjarak sekitar 550 km dari Dar es Salaam sebuah kota dibagian utara Tanzania sekaligus pintu utama untuk mendaki gunung Kilimanjaro.

Perjalanan menuju Moshi cukup menyenangkan bro n sis…. sambil menikmati area pedesaan, pegunungan yang indah dan sejuk serta jalannya mulus dan sepi berbanding terbalik dibanding Dar es Salaam yang panas, semrawut dan penuh polusi.

Tiba di Moshi gunung Kilimanjaro menampakan dirinya seolah memberikan ucapan selamat datang kepada Mario dan Lilis. Salju abadinya nampak jelas dan bersinar cerah. Gunung Kilimanjaro merupana gunung merapi aktif tertinggi di Afrika (5895 mdpl) dan menjadi salah satu ikon Tanzania selain Taman National Serengeti.

Tinggal beberapa hari di Moshi, Mario dan Lilis kembali bertemu dengan Ferry dan Gulcin (pasangan yang sedang keliling dunia menggunakan motor) yang sebelumnya sudah pernah riding bareng Wheel Story ketika di Swaziland & Mozambique pada November 2017 lalu.

Di Moshi juga Mario dan Lilis berjumpa dengan SamatarXavier biker local yang memiliki penginapan B&B dan motorcycle tour dan akhirnya Mario dan Lilis serta Ferry dan Gulcin tinggal di penginapan SamatarXavier.

Oleh SamatarXavier rombongan diajak riding keliling daerah pinggiran Moshi, trek offroad sejauh 180 Km mengajak rombongan melihat kawasan perkebunan, pedesaan kecil dan juga ‘lake of god’ yang indah dengan latar Kilimanjaro namun sayang, Kilimanjaro tak nampak karena awan tebal menyelimuti gunung tersebut. Namun dengan menikmati jalanan berdebu dan berpasir ini membuat Mario dan Lilis puas.

Setelah seminggu puas menikmati Moshi, Mario dan Lilis mencoba makanan lokal daerah Moshi dan bertemu dengan suku Maasai tidak ketinggalan juga kedatangan tamu istimewa Pak Nicolas, biker asal Belanda namun lahir dan besar di Jogyakarta hingga umur 12 tahun pindah ke Belanda sebelum akhirnya tinggal di Tanzania.

Pak Nicolas masih ingat Bahasa Indonesia dan bisa bicara Bahasa jawa juga bro n sis, banyak hal yang dibicarakan bersama Pak Nicolas ini. Diwaktu yang sama, dua sahabat Mario yaitu Ferry & Gulcin bersiap untuk mendaki gunung Kilimanjaro sementara Mario dan Lilis harus meneruskan perjalanan kearah barat menuju destinasi selanjutnya yaitu Rwanda.

Keberangkayan menuju Arusha, Babati, dan mengikuti jalan B3 ditemani dengan cuaca cerah dan sejuk, Jalan B3 akan akan menuntun Mario dan Lilis menuju Rusumo, kota perbatasan Tanzania-Rwanda.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: