Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Rwanda, Negara Seribu Bukit Februari 10, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis…. Perjalanan Mario dan Lilis dalam Wheel Story season 5 terus berlanjut, setelah mengekplor Tanzania, Mario dan Lilis akhirnya tiba di Rwanda negara ke-10 dalam perjalanan wheel story season 5 di benua Afrika.

Pagi-pagi di hari ke-118 ketika begitu memasuki Rwanda melalui perbatasan Rusumo, Mario dan Lilis dikejar warga lokal dengan motor sambil membunyikan klakson. Sempat bingung dengan apa yang disampaikan warga lokal karena menggunakan bahasa daerah. Namun setelah beberapa saat didepan ada trailer datang dan terlihat mengambil jalur Mario disebelah kiri.

Setelah mengamati tanda panah di jalan, rupanya Mario salah posisi berkendara. Rwanda posisi berkendara di sebelah kanan mirip Eropa, karena baru keluar dari Tanzania, Mario masih mengikuti posisi berkendara Tanzania yang mirip di Indonesia yakni sebelah kiri. Tidak Lama Mario langsung mengubah arah berkendara di sebelah kanan sambil ketawa sendiri dan tak berapa lama sampailah Mario di gedung Imigrasi, di Rwanda ‘one stop border post’ atau kantor imigrasi dan custom Tanzania & Rwanda berada dalam satu atap.

Di perbatasan Rwanda Tanzania ini menjadi proses imigrasi dan custom tercepat selama di Afrika, bagaimana tidak karena untuk orang Indonesia mendapat free visa masuk Rwanda dan motor Honda CRF250Rally yang digunakan oleh Mario hanya cap dan ambil voucher carnet, selesai dan langsung gas!

Beberapa km pertama riding di Rwanda Mario sudah bisa merasakan perbedaan dengan negara sebelumnya. Terlihat mulai ramai warga lalu lalang dengan sepeda dan sepeda motor. Kecepatan berkendara di pemukiman dibatasi 40 km/jam sedangkan jalan raya 80 km/jam. Jalannya banyak kelokan , tanjakan dan turunan.

Landscape negara Rwanda memang daerah pegunungan makanya Rwanda dijuluki negeri seribu bukit. Warganya ramah dan bersahabat. Bahasa yang dipakai di Rwanda adalah Bahasa Inggris, Perancis dan Kinyarwanda.

Ketika sedang rehat di pom bensin salah satu kota kecil sebelah Timur Rwanda, setiap orang yang lewat selalu menyapa dan murah senyum termasuk anak-anak yang baru pulang sekolah melihat Honda CRF250Rally dan Mario bagaikan hiburan tersendiri karena penasaran dengan bentuk motor yang beda dengan biasanya dan pakaian berkendara lengkap dari atas sampai bawah.

Perjalanan menuju Kigali ibu kota Rwanda terbilang asik, jalanan mulus penuh kelokan, melihat pedesaan dan warga yang lalu lalang di pinggir jalan tak ada habisnya, belum lagi motor taksi (Boda Boda) lalu lalang.

Tiba di Kigali Mario menyempatkan untuk nongkrong di sebuah kafe pusat kota. Dengan populasi sekitar 11,2 juta orang memang terlihat padat untuk negara kecil seperti Rwanda ini namun jangan heran kalau negara ini sangat bersih, penggunaan tas plastik dilarang dan recycle paper bag sebagai penggantinya.

Suasana kota yang adem dan aman, saking amannya ketika parkir Mario pun bisa pastikan memarkir motor dengan sidebags masih melekat di motor dan motor tidak dikunci kemudi tetap aman-aman saja.

Selepas rehat, perjalanan dilanjutkan ke arah barat hingga Danau Kivu berbatasan langsung dengan Democratic Republic of the Congo. Ini menjadi tempat terindah dan jalur bermotor yang keren yang pernah Mario kunjungi. Melihat danau yang berada pada ketinggian 1.400 mdpl yang luas dan bersih dikelilingi perbukitan hijau dan sejuk membuat betah. Rwanda menjadi negara favorit selama petualangan Wheel Story di Afrika saat ini.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: