Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Uganda, The Pearl of Africa Februari 25, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis…. Perjalanan Mario Iroth dan Lilis menjelajahi benua Afrika dengan menggunakan CRF250Rally terus berlanjut, selepas menjelajahi Rwanda perjalanan dilanjut ke negara ke 11 yaitu Uganda.

Mario dan Lilis masuk ke Uganda melalui perbatasan Cyanika, sebuah pintu perbatasan kecil yang terletak di sebelah selatan Uganda. Prosesnya cukup gampang dan tidak rumit. Namun untuk masuk ke Uganda Mario dan Lilis harus memegang ‘East Africa visa’ yang mencakup negara Rwanda – Uganda – Kenya dalam satu visa, selanjutnya kemudian mengurus Temporary Import Permit di custom dan terakhir melaporkan diri ke polisi. Posisi riding pun kembali di sebelah kiri yang sebelumnya berada di sebelah kanan ketika berada di Rwanda.

Hari pertama berada di negara yang terkenal dengan sebutan ‘the pearl of Africa’, Mario dan Lilis menginap di kota Kabale. Jalur menuju Kabale sangat memanjakan mata, jalurnya berkelok serta melewati puluhan pegunungan dan ladang pertanian yang berada di ketinggian 2000 mdpl dengan udara sejuk memang asik.

Perlu bro n sis ketahui, kebanyakan sepeda motor di Uganda dijadikan sebagai ojek atau orang Uganda menyebutnya dengan sebutan ‘boda-boda’. Cara mereka mengendarai motor pun terbilang ekstrim maka kita perlu waspada dan jaga jarak aman, belum lagi banyak check point kepolisian namun untunglah polisi disini tidak tertarik dengan motor jadinya Mario dan Lilis tidak pernah diberhentikan.

Mario dan Lilis melewati garis Khatulistiwa sekitar 80 km sebelum Kampala ibu kota Uganda. Di Uganda  Mario dan Lilis kemudian disambut Harits seorang pemuda asal Magelang yang kerja di Uganda dan kebetulan juga Harits senang motoran. Ini merupakan moment langkah bisa jumpa orang Indonesia di Uganda. Harits mengajak Mario dan Lilis kuliner tradisional Uganda sambil berbagi pengalaman dan cerita perjalanan touring Wheel Story season 5.

Pagi harinya di Kampala Mario dan Lilis disambut dengan kemacetan dan semrawutnya kota Kampala. Mario dan Lilis kemudian riding menuju arah timur, dan memang butuh perjuangan untuk keluar dari kampala. Sekitar 1,5 jam riding, Mario dan Lilis akhirnya tiba di Jinja, kota paling selatan di Uganda dan merupakan sumber mata air dari sungai Nil dan disini juga terdapat patung monumen Mahatma Gandhi, dimana pada tahun 1948 sebagian abu dari Mahatma Gandhi ditabur di sungai Nil.

Selepas dari Uganda Mario dan Lilis kemudian akan melanjutkan ke negara selanjutnya di Afrika yaitu Kenya, seperti apa keseruannya tetap jangan lewatkan catatan wheel story season 5 di blog sederhana ini yah bro n sis…

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

1. warungasep - Februari 25, 2018

mantap kang Mario

Perbedaan Nmax dan PCX

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: