Iklan
jump to navigation

Ini Penjelasan Kakorlantas Polri Tentang Larangan Merokok dan Mendengarkan Musik di Mobil Maret 7, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Peraturan.
Tags: , , , ,
trackback

Bro n Sis….. Beberapa waktu terakhir ini dunia jalan raya dihebohkan dengan beredarnya kabar bahwa adanya larangan merokok dan mendengarkan musik saat berkendara dan pelakunya akan ditilang nantinya.

Dasar dari larangan ini katanya berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 yang berbunyi:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”

Nah khusus untuk merokok, MJ rasanya setuju karena selain di satu sisi berkaitan dengan kesehatan, di sisi lain kadang bara rokok suka ada yang berterbangan sehingga kadang menggangu kendaraan di belakangnya selain itu pengendara yang mengendarai motor maupun mobil sambil merokok maka saat mengendalikan setir atau setang mereka hanya menggunakan satu tangan. Tentu saja ini sangat berbahaya.

Lalu bagaimana tanggapan Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa tentang beredarnya informasi pengendara sepeda motor dan mobil dilarang berkendara sambil merokok atau mendengarkan musik.

Melalui siaran yang disebarkan Kakorlantas mengatakan “Tidak ada larangan merokok saat berkendara. Itu tidak benar,” Kakorlantas juga membantah jika mendengarkan musik di dalam mobil itu tidak diperkenankan.

Namun Kakorlantas juga mengingatkan, bahwa ada satu hal yang dilarang saat mengemudi mengenai pemanfaatan fitur hiburan di dalam mobil.

Yang dilarang itu adalah sopir menonton video atau tv sambil menyetir, kalau mendengarkan radio atau musik itu tidak dilarang.

Nah apa yang dikatakan oleh Kakorlantas sebetulnya telah dijelakan berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 pada Pasal 106 ayat 1, yaitu sebagai berikut:

“Yang dimaksud dengan ‘penuh konsentrasi’ adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.”

Nah, jika melanggar pasal tersebut, pelanggar akan dikenakan pasal 283 yaitu:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.”

Bagaimana nih menurut bro n sis mengenai pelarangan merokok dan mendengarkan musik di kendaraan ini??

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: