Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Menjelajahi Kemegahan Pahatan Gereja Batu di Lalibela, Ethiopia Maret 31, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Kita lanjutkan lagi cerita pertualangan Mario Iroth dan Lilis Handayani yang menjelajahi benua Afrika menggunakan Honda CRF250Rally di salah satu negara yang terkenal dengan sebutan land of origins, Ethiopia.

Di hari ke 165 di benua Afrika, Pagi itu KBRI Addis Ababa menjadi ramai, Staff KBRI Addis Ababa bersama warga Indonesia di Ethiopia memadati halaman depan kantor KBRI, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia merangkap Djibouti & African Union, Pak Imam Santoso bersama seluruh staff KBRI Addis Ababa dan warga Indonesia melepas petualangan Wheel Story menuju bagian utara Ethiopia dan nantinya akan ke Sudan.

Bendera merah putih dikibarkan dan sorak sorai semua orang memberikan semangat dan juga lambai tangan ucapan selamat jalan. Adventure pun dimulai.

Mario dan Lilis berhasil keluar dari hiruk pikuk kota Addis Ababa, melihat aspal mulus dengan pemandangan tanah lapang dan pedesaan membuat Mario menjadi kembali leluasa untuk memacu Honda CRF250Rally, melewati jalanan nanjak berkelok manis, membawa Mario dan Lilis masuk ke kabut tebal hingga ketinggian 3200 mdpl, sangat dingin dan misterius, membuatnya serasa riding masuk ke awan.

Di ujung jalan terlihat tebing hijau setelah masuk 3 kali terowongan. Daratan luas menunggu di seberang. Lambaian tangan warga local dan anak-anak serta kerbau dan kambing yang bikin macet dengan suasana pedesaan dan mobil tua, seolah masuk kembali ke mesin waktu. Warga disini sangat ramah hingga sore menjelang Mario dan Lilis akhirnya memutuskan bermalam di Dessie.

Keesokan harinya, dengan mentari yang bersinar hangat Mario dan Lilis kembali riding menuju utara, kali ini jalan membawa kami hingga ketinggian 3480 mdpl, oksigen menipis dan dingin hingga hujan es terjadi di beberapa km kedepan. Orang disini sudah biasa akan kondisi ini. Mario dan Lilis terus bergerak hingga jalan berubah menjadi gravel dengan hamparan pegunungan gersang dan bebatuan terlihat tanpa batas. Hingga akhirnya tibalah Mario dan Lilis di Lalibela, kota yang menyimpan sejarah hampir 1 milenium.

Di Lalibela, Mario dan Lilis kemudian melusuri gereja dari abad 12, dipahat dari batu besar dari atas ke bawah, unik sangat unik hingga seolah-olah membawa Mario dan Lilis seperti kembali pada masa itu. Sangat luar biasa, terlihat ratusan pemeluk Kristen Ortodoks tak henti-hentinya sembahyang di setiap gereja kompleks ini.

Sesekali Mario dan Lilis masuk ke goa untuk menuju gereja lainnya, dan melihat lukisan berabad-abad lamanya hampir di tiap pilar dan langit-langit gereja. Salah satu yang menarik adalah gereja St.George dibangun dengan arsitektur yang kokoh dan utuh dari atas hingga ke bawah. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Ethiopia ‘land of origins’.

Total perjalanan yang sudah Mario dan Lilis lakukan hingga tiba di Lalibela adalah 21.752. Selanjutnya Mario dan Lilis terus melaju ke arah Utara untuk menuju negara ke-14 yaitu Sudan.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: