Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Tiba di Negara ke-15…. Mesir April 19, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Selepas menjelajahi Negara Sudan, Mario dan Lilis terus melanjutkan perjalanan menuju negara ke-15 yaitu Mesir. Perjalanan menuju perbatasan Eshket (Perbatasan Sudan-Mesir) sedikit membosankan.

Sepanjang mata memandang hanyalah pegunungan bebatuan dan padang pasir. Sesekali terlihat rumah kosong yang sudah rapuh sudah lama ditinggal warga di tengah gurun dan juga bangkai hewan ternak dipinggir jalan hampir setiap 5 km, sesekali Mario harus menghentikan laju Honda CRF250Rally karena ada check point oleh militer Sudan.

Sesampai di perbatasan, proses check out dari Sudan tergolong mudah dan cepat. Tak lebih dari 1 jam semua dokumen beres. Lalu pintu gerbang dibuka kemudian Mario dan Lilis meninggalkan Sudan tanpa masalah. Kira-kira berjarak 200 meter sudah terlihat gerbang lagi. Bendera Mesir berkibar dan jantung Mario mulai berdebar keras.

Berbekal info dari overlander lain Mesir merupakan salah satu negara yang prosesnya paling rumit dan mahal jika membawa kendaraan asing. Sesampai di gerbang Eshket, Mario dan Lilis belum diijinkan membawa masuk motor, Militer yang berjaga menyuruh Mario untuk memarkirkan motor di luar gerbang kemudian Mario dan Lilis dikawal seorang militer muda untuk mengurus beberapa dukumen di counter khusus, seperti biaya karantina, menukar uang ke mata uang lokal, membayar entrance fee dan motorpun sudah boleh masuk.

Namun ini baru proses awal selanjutnya semua barang bawaan dilepas untuk melewati x-ray, Mario dan Lilis kemudian menuju counter imigrasi untuk mengecap visa. Nah berhubung Mario dan Lilis terkendala Bahasa (Mesir menggunakan Bahasa Arab) akhirnya Mario dan Lilis menyewa fixer (calo) yang terpercaya untuk memperlancar urusan sehingga Mario dan Lilis bisa bersantai sambil istirahat.

Dari kejauhan Mario melihat si calo sibuk mondar-mandir, nomor rangka motor mulai digosok, dia melakukan beberapa kali fotocopy dokumen yang dibawa Mario dan Lilis. Carnet sudah distamp dan setelah 4 jam menunggu, Mario pun dipanggil untuk mengecek kembali berkas yang sudah ditulis dalam Bahasa Arab dan tanggal masa berlaku lalu Mario mendapatkan plat nomor sementara untuk berkendara di Mesir. Wah unik juga ya Mesir.

Setelah semua beres, Mario dan Lilis kemudian menuju gate dan diperiksa kembali oleh polisi. Semua beres dan gatepun dibuka, hari sudah sore Mario dan Lilis langsung tancap gas menuju dermaga ferry sekitar 36 Km dari sana, ferry terakhir akan berlabuh jam 5 sore, sementara Mario dan Lilis keluar dari gate sudah jam 4 sore. Untunglah Mario dan Lilis tiba sebelum jam 5 jadi bisa menikmati sunset dari atas ferry di danau Nubia menuju Abu Simbel dan untuk motor gratis!.

Hari berikutnya Mario dan Lilis sudah bangun pagi-pagi sebelum matahari terbit. Tak jauh dari hotel tempat menginap, Mario dan Lilis mengunjungi sebuah situs arkeologi. Terdapat 2 kuil batu dibangun jaman Firaun Ramses ll sekitar 3200 tahun lalu. Kuil ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Eksterior yang memukau karena dipahat dari tebing batu menghadap danau Nasser dan ketika Mario dan Lilis masuk kedalam kuil, interiornya tidak kalah keren. Puas menikmati kuil tersebut dan perjalanan Mario dan Lilis melanjutkan menuju utara mengikuti arah sungai Nil. Dalam perjalanan sesekali melewati check point. Polisi meminta paspor Mario dan Lilis untuk didata lalu gas lagi. Kira-kira 480 Km berkendara, akhirnya Mario dan Lilis tiba di Luxor, kota bersejarah dibagian selatan Mesir.

Pagi-pagi sebelum matahari terbit, Mario dan Lilis menikmati keindahan kota dari atas balon udara. Selain bisa menikmati sungai Nil dari atas, Mario dan Lilis bisa melihat sisa peninggalan Thebes ibu kota Mesir kuno (2052 SM) tempat dimana para raja Firaun memerintah disini. Tampak juga the valley of the kings berada di bagian barat dimana menjadi makam para raja bersama kekayaan mereka. Siangnya Mario dan Lilis mengeksplore 4 dari puluhan kuburan raja di area ‘the valley of the kings’ melihat lukisan yang spektakuler disetiap lorong-lorong bawah tanah menuju kuburan. Dan sebagai penutup Mario dan Lilis kemudian berlayar menggunakan Felucca atau kapal layar tradisional untuk menikmati sunset dari atas sungai Nil.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: