Iklan
jump to navigation

Jalan-Jalan Wisata: Ke Sumatera Jangan Lupa Pulang Bawa Kain Tenunnya! Juni 30, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Wisata.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Indonesia itu sangat kaya kalau di Pulau Jawa terkenal dengan kain batiknya, Sumatera juga tidak kalah mempesona dengan kekayaan kain tenunnya. Keduanya mempunyai nilai budaya yang tinggi namun dilakukan dengan cara yang berbeda.

Kain tenun dibentuk dengan cara menganyam atau menyilangkan benang saling tegak lurus sehingga membentuk pola tertentu. Tanah Sumatera sendiri dikenal dengan motif tenun songket yang dibuat dengan tangan menggunakan benang emas dan perak. Jika bro n sis sedang jalan-jalan ke Sumatera dengan menggunakan bus ALS, jangan lupa mampir ke daerah-daerah berikut untuk memborong kain tenunnya.

Kain Songket Khas Palembang

sumber:jualsongketpalembang.com

Ketika Beranjak dari Lampung, perjalanan naik bus ALS bisa diagendakan untuk mampir ke Palembang. Disini bro n sis bukan untuk berburu pempek yang lezat tapi liriklah kain songket indah dari daerah ini. Songket Palembang dikenal memiliki banyak sekali motif cantik yang menyimpan makna dari setiap bentuk tenunannya. Di masa yang lalu, songket merupakan kain mewah yang hanya dipakai oleh para bangsawan sebagai penanda kemuliaan, derajat serta martabat. Kini kain songket bisa dimiliki hampir semua golongan termasuk para traveler karena harganya yang semakin bervariasi.

Sejarah panjang kain songket dimulai dari perdagangan para saudagar dari benang sutera Tiongkok dan benang emas serta perak khas India. Dari situlah mulai diciptakan tenunan Palembang yang konon sudah dikenal sejak jaman kerajaan Sriwijaya.

Songket Siak dari Riau

sumber:beritagar.id

Selepas dari Palembang, bro n sis bisa mampir ke Riau. Sebagian kisah sejarah Riau mencatat songket itu berasal dari kata songka yang berarti penutup kepala. Tenunan ini pun berkembang pada kain dan pakaian yang dibuat menggunakan tangan dan kaya dengan corak yang rumit menggunakan sulaman benang emas serta perak. Songket Siak dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sehingga tidak heran jika motif kainnya pun semakin beragam yang terinspirasi dari flora, fauna dan kekayaan alam di Riau. Ada filosofi yang kental dari setiap motif yang tercetak di tenunan Songket Siak. Buktikan sendiri dengan mengunjungi Riau naik bus ALS ya bro n sis….

Kain Tenun Khas Pandai Sikek, Sumatera Barat

sumber:rilis.id

Dari Riau kita menuju ke Sumatera Barat Bro n Sis…. Kain songket dari daerah ini biasa digunakan saat acara tradisional sehingga membuat orang Minang memiliki keahlian yang diwariskan secara turun temurun terutama kaum perempuannya. Di desa Pandai Sikek inilah tradisi menenun yang dikenal masih kuat diturunkan sehingga menjadi populer sebagai tujuan wisata di Sumatera Barat. Apalagi kualitasnya tidak perlu diragukan lagi!

Tenun Ulos dari Sumatera Utara

sumber:pangaribuan16alboin.blogspot.com

Dari Sumatera Barat kita bisa menuju Sumatera Utara. Inilah tanah Batak dengan kain ulos yang menjadi salah satu mahakarya Indonesia yang berasal dari salah satu peradaban tertua di Asia. Di batak, ulos merupakan simbol adat yang masih dilestarikan kesakralannya hingga saat ini. Ulos pun digunakan di acara-acara penting seperti upacara adat, pernikahan hingga kematian, karena memiliki filosofi dan nilai sejarah yang tiada duanya. Tiap motif, pilihan warna, jenis dan cara pemakaian yang berbeda berikut cara pemberian ulosnya, semua memiliki makna tersendiri yang merepresentasikan kekayaan alam semesta.

Aceh Juga Punya Kain Tenun Khasnya

sumber:bukalapak.com

Berada di pucuk perjalanan dengan menggunakan bus ALS, jangan lupa membeli kain tenun ikat khasnya. Biarpun jumlah penenunnya semakin sedikit, ada seorang perajin khas Aceh yang masih bisa ditemui di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Bu Jasmani namanya, kini ia memiliki 10 pekerja untuk menenun di rumahnya. Bro n Sis harus memiliki keberuntungan besar jika ingin membeli kain tenun songket khas Aceh yang dibuat bu Jasmani karena keterbatasan produksi.

Bu Jasmani yang masih menjaga peninggalan leluhur ini mengaku belajar menenun langsung dari Nyak Salamu dan saat ini tidak memiliki penerus usaha tenun khas Aceh yang digelutinya.

Sungguh perjuangan besar dan tentunya akan sangat berkesan untuk memiliki kain tenun khas dari Pulau Sumatera, ini kan? Segera agendakan perjalanan bro n sis dengan bus ALS saja agar dapat banyak, selain melihat alam sekaligus juga bisa membawa pulang kain-kain tenun khas dari Sumatera.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: