Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Menyusuri Trans Siberia Menuju Mongolia September 23, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Perjalanan Mario Iroth dan Lilis Handayani di Wheel Story season 5 dari Afrika terus berlanjut, Mario menunggu cukup lama di Moscow untuk proses aplikasi visa ke negara Jepang. Proses ini cukup memakan waktu karena dokumen aplikasi yang Mario masukan sudah di akhir pekan dan visa Rusia Mario terus berjalan.

Masih sekitar 11.000 km menuju Vladivostok. Jalur Trans Siberia semakin dingin dan basah karena mulai memasuki musim gugur, akan lebih banyak hujan dan dingin, Mario hanya memegang single entry visa Rusia maka plan ‘B’ akhirnya Mario pilih dimana Mario harus keluar dari Rusia sebelum visa habis kalau tidak nanti akan kena deportasi.

Akhirnya Mario memilih ke Mongolia. Setelah visa Jepang di dapat kemudian Mario melanjutkan apply visa Mongolia dari Moscow. Namun waktu terus berjalan, Mario tidak mau kena masalah besar dengan visa. Mario kemudian membuat keputusan untuk mengirim motor lewat kargo  ke Irkutsk sekitar 5.200 km dari Moskow dan Mario akan menyusul naik kereta api trans Siberia setelah visa Mongolia selesai.

Setelah 5 hari menumpangi kereta trans Siberia, Mario akhirnya tiba di Irkutsk disambut hari yang cerah dengan temperatur dibawah 15°C, setelah berhasil dapat penginapan kemudian lanjut menjemput motor dari Gudang Kargo yang sudah sampai duluan.

Hari itu Mario bergerak ke arah timur danau Baikal, Mario dan Lilis memutuskan untuk tinggal di desa kecil Baykalsk yang berada di sebelah selatan danau Baikal, kondisinya sangat dingin. Sayang hari itu danau Baikal berlatar belakang awan kelabu namun tetap enak dipandang. Danau terdalam di dunia ini dengan airnya yang bening membuat Mario betah berdiri dipinggir danau sambil menikmati angin sepoi-sepoi dimana sesekali warga lokal menyapa namun karena Mario tidak bisa berbahasa Rusia akhirnya google translate menjadi penengah percapakan antara Mario dan warga lokal hari itu sampai tidak terasa kalau udara dingin sekitar 9°C.

Perjalanan Mario terus berlanjut dengan mengikuti jalan trans Siberia yang sepi, tidak ada motor yang berpapasan. Terlihat hutan gelap dan desa kecil yang sepi. Beberapa bagian dijalan ini bergelombang, banyak lubang dan lumpur tebal kalau ada proyek perbaikan jalan. Awan gelap terus mengikuti sesekali menerobos gerimis dengan butiran air es menyapu wajah. Semakin sore semakin dingin namun beruntung Mario dan Lilis tiba di Ulan-Ude sebelum malam tiba. Mario temukan hotel murah dipinggir kota lengkap dengan pemanas ruangan. Bayangkan saja kalau musim dingin daerah ini tentu bisa mencapai -30°C.

Mario sangat beruntung karena cuaca cerah di hari berikutnya, langit biru dan sinar matahari membuat jalanan kering dan terasa hangat walau sebetulnya temperatur maksimum hari itu berkisar 17°C asalkan jangan hujan. Dari Ulan-Ude Mario pun mengarah ke selatan. Dalam perjalanan Mario menikmati keindahan danau Gusinoye, menikmati minuman hangat dari toko kecil pinggir jalan dan juga jalanan berkelok dengan pemandangan perbukitan dan padang rumput yang luas. Jalan tersebut akan membawa Mario menuju Mongolia.\

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: