Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Mongolia, Land of the Blue Sky September 30, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Dari Rusia Mario dan Lilis terus melanjutkan perjalanan Wheel Story season 5 dari afrika dengan masuk ke Mongolia masuk ke Negara Mongolia dengan kendaraan asing tidaklah sulit. Setelah melapor ke Custom dan motor dicek lalu mereka akan memasukan data motor ke dalam system computer dan mengambil voucher Carnet lalu stamp dan langkah terakhir beli asuransi sebelum keluar area perbatasan dan langsung gas.

Seluruh proses di perbatasan tadi hanya memakan waktu sekitar 1 jam termasuk proses imigrasi. Mario masuk ke Mongolia dari perbatasan Altanbulag di bagian utara.

Di hari ke 535 perjalanan Wheel Story Season 5 Mario riding mengarah ke Ulan Bator namun hari keburu sore dan sepanjang mata memandang terlihat padang rumput dan pegunungan berlatar langit biru yang indah tanpa polusi terkadang terlihat juga kawanan sapi dan domba sepanjang perjalanan.

Angin bertiup semakin dingin karena sudah memasuki musim gugur temperature pun mencapai sekitar 9°C, sekitar 100 Km sebelum Ulan Bator Mario memutuskan untuk melakukan ‘wild camping’. Mario kemudian keluar dari jalan raya mengikuti jalur offroad sekitar 800 meter nampak ada 2 rumah tradisional atau disebut ‘Ger’. Mario kemudian meminta izin sang pemilik lahan untuk bisa kemping sebelah Ger dan mereka pun menyambut dengan hangat. Ini pengalaman pertama Mario berbaur dengan warga lokal di Mongolia. mario melihat bagaimana mereka memandu sapi dan domba dengan berkuda kembali ke kandang sebelum gelap dibantu anjing besar berbulu tebal. Sore itu menjadi pengalaman yang berharga bagi Mario dengan melihat kehidupan orang Mongolia dengan latar belakang alam yang indah.

Langit sangat indah di Mongolia bagai melihat lukisan. Sekitar 250 hari setiap tahun di Mongolia akan selalu cerah dengan langit biru yang indah hingga Mongolia sendiri dijuluki ‘Land of the Blue Sky’ walau begitu Ulan Bator sebagai ibu kota negara dengan rata-rata suhu terendah di dunia. Bayangkan saja kalau musim dingin suhu bisa sampai -30°C. Ketika tiba di Ulan Bator cuaca berubah, salju turun selama 2 hari hingga menumpuk di motor CRF250Rally yang digunakan MArio hingga 10 cm dengan temperature -8°C ini. Di Ulan Bator sendiri Mario dan Lilis membuat transit visa Russia untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Vladivostok.

Ketika cuaca kembali cerah dan kembali hangat, Mario kembali riding ke arah timur sekitar 55 Km dari Ulan Bator, Mario mengunjungi the Genghis Khan Equestrian Statue, Melihat dari dekat golden eagle, hingga merasakan sensasi berkendara di jalur offroad dengan latar belakang pegunungan di Gorkhi Terelj National Park. Sebelum matahari terbenam, Mario kembali riding ke Ulan Bator disambut kemacetan parah. Namun Mario sangat puas menikmati keindahan yang ditawarkan negri ini. Suatu hari Mario akan kembali menjelajah Mongolia dan ingin merasakan berkendara di gurun Gobi dimana bagian barat dari Mongolia tersebut tidak sempat dikunjungi kali ini.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

1. Emang - Oktober 1, 2018

Keren pisan euy turing lintas negara

Suka


Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: