Iklan
jump to navigation

Catatan Wheel Story #5, Berpacu dengan Waktu Di Trans Siberia Oktober 16, 2018

Posted by Menyusuri Jalan in Perjalanan.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Bro n Sis… Perjalanan Mario Iroth dan Lilis Handayani terus berlanjut, dari Ulaan Bator Mongolia, Mario akhirnya mendapatkan transit visa Rusia. Visa ini sangat berat dan penuh resiko karena dengan jarak lebih dari 4.000 Km dari Ulaan Bator ke Vladivostok harus Mario selesaikan dalam waktu kurang dari 9 hari.

Mengapa harus diselesaikan dalam waktu 9 hari karena masa berlaku visa transitnya hanya sembilan hari saja dan kalau tidak bisa menyelesaikan dan terlanjur expired maka siap-siap Mario dan Lilis terkena deportasi. Ini berarti Mario harus riding setidaknya 500 km selama 8-10 jam dan tidak akan riding pada malam hari. Belum lagi ditambah musim gugur sudah tiba dan temperatur berkisar antara 10ºC sampai -8ºC.

Setelah Mario tiba di perbatasan Altanbulag ketika hari pertama visa transit Rusia berlaku kemudian Mario check out dari Mongolia dan check in di Rusia yang memakan waktu 3 jam hari itu namun semua berjalan lancar. Mario kembali ke Ulan Ude dan dari Ulan Ude klangsung menuju ke jalan Trans Siberia mengarah ke Timur.

Berpacu dengan waktu, Mario terus riding hingga jam 9 malam namun hari itu Mario hanya bisa mengcover sekitar 350 km dan akhirnya kemping di pinggir jalan Trans Siberia diantara pepohonan lebat. Hari berikutnya Mario kembali riding dan berhasil sampai di kota Chita dan menemukan hotel murah namun dihari selajutnya pagi-pagi sebelum memulai perjalanan, hujan sudah duluan turun. Udara dingin menusuk namun Mario harus terus bergerak. Beberapa jalan tertutup lumpur. Tidak punya pilihan, setelah riding selama 9 jam Mario putuskan ‘wild camping’ lagi sebelum gelap.

Hari ke-4 langit kembali cerah walau udara sangat dingin sekitar 2ºC Mario kembali riding di Trans Siberia yang sepi dan bergelombang. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pepohonan berwarna coklat dan orange. Sepertinya musim dingin datang lebih awal. Semakin siang sinar matahari membuat langit menjadi cerah dan biru berpadu pegunungan berwarna coklat dan dedaunan berterbangan menutupi jalan, sesekali Mario berpapasan dengan mobil dan truk tua zaman Soviet.

Beberapa kali Mario masuk ke desa dengan keluar dari Jalan Trans Siberia sekitar 5 km untuk mencari makanan. Pom bensin yang masih jadul juga bisa kita temukan, masyarakat yang Mario temui juga sangat ramah dan bersahabat dengan logat Rusia Mario berusaha berinteraksi.

Di hari ke-7 Mario berhasil memecahkan rekor perjalanan dengan riding sejauh 775 Km dari Khabarovsk selama 10 jam sehingga akhirnya Mario dan Lilis tiba di Vladivostok sebagai tujuan akhir Mario di Rusia dan disambut cuaca cerah dan hangat dengan Honda CRF250Rally tanpa kendala.

Di Vladivostok agen perjalanan sudah menunggu Mario dan Lilis untuk proses pengiriman motor ke negara selanjutnya yaitu Jepang. Pada hari ke 9 atau tepat hari terakhir visa Mario dan Lilis di Rusia habis, akhirnya Mario meninggalkan Rusia dengan menumpangi DBS ferry yang berlabuh dari Vladivostok menuju Sakaiminato Jepang dan transit di Donghae Korea Selatan.

Blog MenyusuriJalan

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: