Charity Ride To Flores, Perjalanan Pemanasan Sebelum Wheel Story Menyusuri Jalanan Benua Amerika

Bro n Sis… Akhir tahun 2019 ini tepatnya di bulan Desember Mario Iroth kembali akan melakukan perjalanan menjelajahi dunia dengan tujuan Benua Amerika di Wheel Story Season 6.

Nah di beberapa bulan yang lalu Mario Iroth dan Lilis melakukan pemanasan dengan melakukan Perjalanan ‘Charity Ride to Flores’.

Charity Ride to Flores diawali di SDK Wolondopo 1 Dusun Detupau Desa Likanaka Kecamatan Lowowaru, Kabupaten Ende NTT. mario Iroth dan Lilis bersama Rumah Baca Mustika, teman-teman dari backpacker dan juga rekan-rekan biker yang berjumpa di Ende bergabung ambil bagian menuju lokasi. Barang-barang bantuan berupa tas sekolah dan alat tulis dibawa dengan menggunakan 6 motor yang ikut dalam perjalanan ini

Dari kota Ende rombongan melakukan riding mengikuti jalan trans Flores yang mulus ke arah timur hingga Wolowaru sejauh 65 Km dan dari sana masuk ke arah utara mengikuti jalan pedesaan sejauh 15 km menanjak dan kondisi jalan dari beton. Sekitar 3 Km mengarah ke dusun Detupau jalan beton berubah jadi jalan setapak yang hanya selebar stang motor.

Beberapa tanjakan terjal bersama jurang dalam di sisi kiri dan tebing sisi kanan sudah menanti rombongan . Perjalanan yang cukup panjang dan warga desa turut bantu membantu menuntun perjalanan sejauh 3 Km ini yang diselesaikan hampir 2 jam lamanya karena rombongan secara bergantian satu persatu riding di jalanan ekstrim dengan tanjakan terjal. Beruntung dengan menggunakan Honda Africa Twin Mario berhasil melewati jalanan setapak ini tanpa kendala.

Sekitar 500 meter sebelum masuk ke dusun Detupau, warga sudah menyambut riang dengan musik tradisional ucapan selamat datang. Lanjut tarian tradisional dibawakan ibu-ibu di pintu masuk dusun dan bapak kepala adat mengalungkan selendang kain tenun ikat ucapan selamat datang.

Semua warga termasuk kepala sekolah SD, kepala dusun dan Siswa siswi SDK Wolondopo 1 antusias menyambut keadatangan rombongan. Makanan berupa talas rebus dan ikan teri ditemani kopi dan teh sudah disiapkan warga di halaman depan sekolah SD dan rombongan kemudian makan bersama.

Perjalanan ini merupakan petualangan motor besar pertama yang masuk hingga dusun Detupau wargapun kemudian dengan antusias berfoto bersama Honda Africa Twin yang sudah berhasil sampai dusun Detupau. Malam harinya warga desa nonton bareng petualangan bermotor Mario dan Lilis di Afrika menggunakan Honda CRF250Rally lewat projector. Walau listrik belum masuk sampai di dusun ini namun penerangan dan sumber listrik memakai genset yang beroperasi hingga jam 11 malam.

Pada Tanggal 17 Agustus 2019 rombongan bersama warga dusun Detupau dan Siswa Siswi SDK Wolondopo 1 melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI-74 dan disela-sela acara, rombongan ikut membentangkan bendera merah putih dengan ukuran 20×6 meter. Lanjut acara amal dengan membagikan tas dan alat tulis yang rombongan bawa ke 73 Siswa siswi SDK Wolondopo 1.

Tak hanya sampai disini, rombongan juga mengunjungi rumah baca ‘Illa One Nua’ yang tak jauh dari Sekolah SD. Di rumah baca tersebut salah satu biker (pak Eka) atau akrab dipanggil pak dosen ikut memberikan pelajaran menggambar kepada anak anak dan juga Mbak Iin dari Rumah Baca Mustika ikut menghibur anak-anak dengan kegiatan seni melipat kertas atau origami. Kegiatan amal ini berjalan lancar walau harus melewati jalanan ekstrim menuju lokasi, namun terjalnya jalan tidak membuat semangat rombongan menjadi kendor. Warga desa yang menyabut hangat menambah semangat untuk rombongan yang menjadi semangat suatu saat rombongan pasti balik lagi ke dusun Detupau.

Selesai dari desa Detupau, perjalanan kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua di desa Rutujeja. Riding kembali ke jalan trans Flores dan masuk kembali ke jalan desa setelah kira-kira 25 km ke arah barat.  Jalan ini masuk ke arah Rutujeja sedikit lebih baik, kondisi jalan aspal mulus sejauh kira-kira 15 Km dari jalan raya lalu sisanya sekitar 10 Km jalanan tanah dan batu lepas namun lebar. Honda Africa Twin tunggangan Mario dibawa asik saja melewati kondisi jalan seperti ini.

Dilokasi kedua ini rombongan disambut warga dan ada tarian penyambutan juga. lalu hari berikutnya rombongan melakukan upacara bendera bersama murid di SDN Rutujeja. Sayang sekali kondisi bangunan sekolah masih darurat. Lantai tanah, dinding dari bambu dan kalau hujan, terkadang aktivitas belajar terganggu dan sekolah diliburkan. Guru yang hadir waktu itu hanya 2 saja. Pagi itu para murid kelas 1 – 6 sudah berbaris rapi.

Setelah upacara rombongan langsung membagikan tas sekolah dan alat tulis kepada 65 murid yang hadir. Semoga semangat belajar murid-murid SDN Rutujeja pantang menyerah. Acara amal berjalan lancar dan kemudian rombongan diundang kepala desa Rutujeja untuk makan bersama warga di rumah kepala desa.

Setelah semuanya beres rombongan pun kemudian riding kembali ke Ende sebelum matahari terbenam.

Blog MenyusuriJalan

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s