Cara Merawat Lampu Belakang Sepeda Motor Ala Honda Biar Awet

Bro n Sis…. Lampu rem atau brake lamp merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi sebagai media kita untuk berkomunikasi dengan pengendara lain di belakang. 

Ketika pengendara sepeda motor melakukan pengereman dengan menarik atau menginjak tuas rem, maka lampu rem akan menyala sehingga pengendara di belakang mengetahui bahwa kendaraan di depannya sedang melakukan Pengereman.

Sub Department Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), Ade Rochman mengatakan menjadi satu kewajiban bagi setiap pemilik sepeda motor untuk selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan lampu remnya demi terciptanya keselamatan berkendara di jalan raya. Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan tertabrak dari belakang bisa dihindari.

Seiring waktu pemakaian saat berkendara, lampu rem motor bisa saja tidak berfungsi atau mati. Penyebabnya beragam, mulai dari bohlam lampu putus akibat usia pakai, gangguan tegangan listrik atau akibat kerusakan pada area rumah lampu dan sistem kelistrikan.

Selain akibat usia pakai, masalah lampu rem mati bisa dihindari dengan melakukan beberapa langkah berikut :

Hindari menggunakan watt lampu tidak standar

Salah satu modifikasi pada bagian lampu adalah penggunaan lampu dipasaran dengan watt yang lebih besar. Pada pemakaian jangka panjang, bola lampu dengan watt lebih besar bisa berdampak pada rusaknya komponen kelistrikan lainnya, misal battery cepat drop.

Hindari Ngebut Di Jalan Rusak

Ketika sepeda motor melintasi jalan rusak dengan kecepatan cukup tinggi, getaran yang ditimbulkan akan semakin tinggi. Getaran tersebut sangat berpotensi membuat susunan komponen kelistrikan rusak atau sambungan antar komponen menjadi kendur, hal ini jika sering dilakukan tentunya akan mempercepat kerusakan pada komponen kelistrikan, khususnya filamen lampu.

Hindari Menempelkan Jari Tangan di Tuas Rem

Ketika berkendara, usahakan jari tangan tidak terus menempel atau terkait di tuas rem. Karena tanpa disadari, bisa saja tuas rem sedikit tertarik yang membuat aliran listrik terhubung ke lampu rem sehingga lampu rem terus menyala. Hal ini juga tentunya akan berdampak pada umur pakai lampu rem tersebut. Selain bisa membuat lampu rem bekerja terus menerus, kondisi tersebut juga bisa menimbulkan salah komunikasi dengan pengendara di belakang. 

Blog MenyusuriJalan

Email : menyusurijalan@gmail.com
Facebook : Menyusurijalandotcom
Twitter : @MenyusuriJalan

Mangga..... Komentarnya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s